aku tidak ingin mengemis, karena aku tahu aku masih mampu mengais.."
Banyak anak- anak jalanan yang menjadi pengamen, pengemis, pengasong, dan lain sebagainya sangat mudah kita temui di jalanan, di pinggir trotoar, di rumah makan, dan di tempat- tempat lain yang memungkinkan mereka semua untuk meminta sedikit uang receh.
Mungkin sebagian masyarakat ada yang merasa kasian melihatnya, tidak sedikit pula yang merasa terganggu dengan keberadaan bocah- bacah cilik yang bernyanyi tidak jelas nada dan kata- katanya itu. Berharap ada yang memberinya uang dengan modal suara yang pas- pas an dan nekat yang tinggi.
Beberapa saat yang lalu ada suatu organisasi yang menyuarakan "Stop beri uang pada pengamen anak jalanan" karena menurut mereka, bila kita melakukan hal itu kita bisa mengurangi jumlah pengamen anak jalanan yang seharusnya mereka semua tidak berada di jalanan.
Tapi apabila kita tidak memberikan uang receh kepada anak-anak tersebut mereka semua akan di aniaya oleh preman- preman yang mempekerjakan mereka, imbasnya ke mereka semua.
Jadi, kita seharusnya mengatasi masalah pengamen anak jalanan dari akar permasalahannya yaitu para preman tersebut, bukan dengan kita di larang untuk memberikan uang receh kepada pengamen anak jalanan.

