Senin, 25 November 2013

5 Fakta Tentang Google



Dunia internet sekarang ini sudah tidak bisa dipisahkan lagi dengan sesuatu yang bernama Google, perusahaan dengan produk yang sangat fenomenal: Google search. Di Amerika saja, Google search menguasai lebih dari 70% dalam urusan pencarian data.
Google memang fenomenal. Bahkan Google menjadi perusahaan yang namanya dijadikan kata kerja. Namun dibalik kesuksesannya tersebut, ada 5 cerita menarik yang perlu kamu tahu.

Tapi jika dirasa ceritanya ada yang aneh, jangan tanya saya, Google saja!

1. Google tidak menghasilkan pendapatan yang banyak



Google sebagai perusahaan raksasa memiliki banyak sekali layanan online, sebut saja Google search, Gmail, Google Maps, Google Earth, Google Translate, dan entah Google apalagi. Masih ditambah website lain kepunyaan Google seperti YouTube, Picasa dan Blogger yang semua layanan tersebut bisa kamu dapatkan gratis.

Pertanyaannya adalah, dari mana Google mendapatkan uang? Lalu beredarlah rumor bahwa Google tidak memiliki model bisnis yang bagus sehingga mereka tidak bisa menghasilkan keuntungan. Namun rumor tersebut bisa dipatahkan ketika kita membicarakan tentang iklan.
Yap betul sekali, jawabannya adalah iklan. Kalau kamu mengunjungi suatu website dan terkadang melihat iklan berjudul Google adsense, atau di Google Search dengan fitur Google adwords yang berlabel “Sponsored Link”, itulah penghasil uang Google. Percaya atau tidak, Google adwords dan Google adsense menyumbang 97% dari seluruh pendapatan Google.

2. Google membuat kita menjadi bodoh



Apakah ibukota Kalimantan Barat? Tahun berapa perang diponegoro terjadi? Semua itu bisa kita jawab dengan mudah, Google! Google! Google!
Percaya atau tidak, dulu kita harus mengingat kata Pontianak, tahun 1825, atau istilah lainnya yang bersifat tidak mudah untuk diingat dalam jangka waktu yang lama. Namun sekarang, pekerjaan mengingat tersebut seolah tergantikan dengan teknologi yang berawal dari search box.

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan yang agak memprovokasi: Apakah benar Google membuat kita bodoh? Ataukah kita dalam artian masyarakat luas telah menggeser arti dari kata “pintar”?
Kurang bijaksana memang kalau kita menyalahkan teknologi. Banyaknya pendapat pro dan kontra bisa kita jadikan pertimbangan dalam menyikapi kemajuan teknologi.

3. Google mengetahui semua tentang kita



Agak mengherankan ketika Google tau siapa kita, dimana kita tinggal, dan apa video yang suka kita tonton di youtube. Terlihat sangat menarik bukan?
Faktanya, Google menyimpan query pencarian untuk tiap alamat IP selama 9 bulan terakhir. Google juga mengetahui dimana kita berada sekarang (dengan catatan kita menggunakan ponsel yang memiliki teknologi Latitude). Tapi kalau kita cermati fakta tersebut, Google hanya mengetahui IP address, tidak secara personal per satu individu.

Pencatatan query tersebut tujuannya adalah sebagai input untuk algoritma pemilihan iklan yang akan dimunculkan ketika kita mengakses internet. Tapi tetap saja kita tidak bisa mencegah seandainya Google mau menjual informasi kita kepada penawar tertinggi.
Untungnya salah satu moto perusahaan Google adalah Kita bisa menghasilkan uang tanpa melakukan kejahatan.

4. Google earth memata- matai kita



Teknologi google yang satu ini memang luar biasa. Dengan hanya memasukkan alamat rumah, sebuah kamera akan turun dari lapisan statosfer untuk menunjukkan gambar area sekitar rumah kamu. Perbesar gambarnya dan kamu akan melihat mobil kamu yang sedang parkir di depan rumah.
Rumornya, Google Earth ada kamera pengintai real time yang luar biasa. Perbesar terus gambar dari google earth sampai kamu bisa melihat kamu sedang melambaikan tangan ke kamera Google Earth. Tapi kenyataannya adalah tidak seperti itu. Gambar yang Google Earth dapatkan diperbarui setiap 1 s.d. 3 tahun sekali.

Lalu bagaimana dengan teknologi “Street view” yang dimiliki Google Maps? Google ternyata sudah memikirkan bagaimana cara untuk melindungi privacy identitas seseorang yang secara tidak sengaja terpotret, yaitu dengan memakai teknologi face-blurring algorithm.

5. Google ingin menguasai internet



Ketika Google membeli sesuatu -seperti youtube-, akan selalu menjadi berita heboh dan mengisi halaman terdepan di media-media. Fenomena ini juga tampaknya akan terulang ketika Google membeli kabel dark fiber yang luar biasa panjang. *Dark Fiber adalah kabel jaringan fiber-optic berkecepatan sangat tinggi. Hingga saat ini, Google adalah perusahaan yang memiliki kabel dark fiber terbanyak dari perusahaan manapun.

Lalu apa tujuannya Google membeli dark fiber? Terbesit jawaban pendek: Membajak Internet. Sekarang ini angka pertumbuhan orang yang mengunduh video, musik, dll semakin tinggi, sehingga penyedia service internet akan berusaha untuk meningkatkan bandwidth mereka. Namun adakalanya ketika penyedia internet tersebut sudah tidak mampu lagi meningkatkan kapasitasnya, sehingga tidak ada cara lain selain melewatkan arus jaringan mereka melalui Google.

Namun rumor tersebut dibantah oleh Google. Google menjelaskan bahwa pembelian dark fiber adalah untuk mengoneksikan seluruh data center mereka yang tersebar dimana-mana. Selain itu Google juga sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi seperti AT&T untuk meminjam bandwidth mereka di tiap negara. Akibatnya, Google juga harus melakukan routing jaringan mereka untuk mewujudkan kerja sama tersebut. Itulah mengapa Google membeli dark fiber yang begitu banyak.



Referensi:
http://jurirakyat.blogspot.com/2013/09/fakta-terselubung-tentang-google.html

Read More» 5 Fakta Tentang Google

Asal Mula Kata Hoax




Mungkin kita pernah atau sering mendengar kata hoax di berbagai media sosial atau forum- forum internet, seperti facebook, twitter dan kaskus contohnya. Kata hoax sendiri digunakan untuk menunjukkan pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/ pendengarnya untuk mempercayai sesuatu kebohongan.

Tapi kebanyakan netter yang banyak menggunakan kata hoax justru tak yahu bagaimana sejarah penggunaan kata hoax sendiri, Kata hoax sebenarnya muncul pertama kali di kalangan netter Amerika, kata hoax didasarkan pada sebuah judul film yang berjudul The Hoax.

The Hoax adalah sebuah film drama Amerika 2006 yang disutradarai oleh Lasse Hallström. yang diskenario oleh William Wheeler, film ini dibuat berdasarkan buku dengan judul yang sama oleh Clifford Irving dan berfokus pada biografi irving sendiri,serta Howard Hughes yang dianggap dianggap membantu menulis. Banyak kejadian yang diuraikan Irving dalam bukunya yang diubah atau dihilangkan dari film, dan penulis kemudian berkata, “saya dipekerjakan oleh produser sebagai penasihat teknis film, tapi setelah membaca naskah terakhir saya meminta agar nama saya dihapus dari kredit film.itu mungkin disebabkan karna plot naskah tak sesuai dengan novel aslinya, ”

Sejak itu, film hoax dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan, sehingga kemudian banyak kalangan terutama para netter yang menggunakan istilah hoax untuk menggambarkan suatu kebohongan, lambat laun, penggunaan kata hoax di kalangan netter makin gencar. Bahkan kabarnya kata hoax digunakan oleh netter di hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.



Referensi:
http://www.faktaterselubung.com/asal-mula-kata-hoax

Read More» Asal Mula Kata Hoax

Jumat, 22 November 2013

Penerapan Telematika Pada Pemerintahan



Saat ini perkembangan teknologi internet sudah mencapai perkembangan yang sangat pesat. Aplikasi internet sudah banyak digunakan untuk e-commerce dan berkembang juga kepada pemakaian aplikasi internet pada lingkungan pemerintahan yang dikenal dengan nama e-Government.

e-Government merupakan proses pemanfaatan teknologi informasi sebagai alat untuk membantu menjalankan sistem pemerintahan yang berbasis (menggunakan) elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan public secara efektif dan efisien.
Pengertian lainnya yaitu sebuah bentuk atau model sistem pemerintahan yang berlandaskan pada kekuatan teknologi digital atau komputer yang berbasiskan teknologi informasi.

Inisiatif eGovernment di Indonesia telah diperkenalkan melalui Instruksi Presiden No. 6/2001 tgl. 24 April 2001 tentang Telematika (Telekomunikasi, Media dan Informatika) yang menyatakan bahwa aparat pemerintah harus menggunakan teknologi telematika untuk mendukung good governance dan mempercepat proses demokrasi. Lebih jauh lagi, eGovernment wajib diperkenalkan untuk tujuan yang berbeda di kantor-kantor pemerintahan. Administrasi publik adalah salah satu area dimana internet dapat digunakan untuk menyediakan akses bagi semua masyarakat yang berupa pelayanan yang mendasar dan mensimplifikasi hubungan antar masyarakat dan pemerintah.

E-Government dengan menyediakan pelayanan melalui internet dapat dibagi dalam beberapa tingkatan yaitu penyediaan informasi, interaksi satu arah, interaksi dua arah dan transaksi yang berarti pelayanan elektronik secara penuh. Interaksi satu arah bisa berupa fasilitas men-download formulir yang dibutuhkan. Pemrosesan / pengumpulan formulir secara online merupakan contoh interaksi dua arah. Sedangkan pelayanan elektronik penuh berupa pengambilan keputusan dan delivery (pembayaran). Berdasarkan fakta yang ada pelaksanaan eGovernment di Indonesia sebagian besar barulah pada tahap publikasi situs oleh pemerintah atau baru pada tahap pemberian informasi. Data Maret 2002 menunjukkan 369 kantor pemerintahan telah membuka situs mereka. Akan tetapi 24% dari situs tersebut gagal untuk mempertahankan kelangsungan waktu operasi karena anggaran yang terbatas. Saat ini hanya 85 situs yang beroperasi dengan pilihan yang lengkap. (Jakarta Post, 15 Januari 2003). Akan tetapi perlu digarisbawahi bahwa eGovernment bukan hanya sekedar publikasi situs oleh pemerintah. Pemberian pelayanan sampai dengan tahap full-electronic delivery service perlu diupayakan.

Situs?situs institusi publik di Indonesia selain dapat diakses secara langsung dapat diakses melalui entry point lembaga publik Indonesia www.indonesia.go.id yang merupakan portal nasional Indonesia. Dari situs ini selain memperoleh informasi pengunjung juga dapat mengakses secara langsung beberapa situs institusi publik dan media.

Beberapa contoh implementasi eGovernment yang mendominasi di seluruh dunia saat ini berupa pelayanan pendaftaran warga negara antar lain pendaftaran kelahiran, pernikahan dan penggantian alamat, perhitungan pajak (pajak penghasilan, pajak perusahaan dan custom duties), pendaftaran bisnis, perizinan kendaraan dsb.

Jadi penyelenggaraan eGovernment di Indonesia pada saat ini belum terselenggara secara maksimal karena masih kurangnya sarana dan prasarana yang memadai serta Indonesia masih kurang SDM yang memang ahli di bidang ini. Selain itu pengetahuan masyarakat atau pun kesadaran masyarakat akan internet juga merupakan kendala utama apalagi di daerah-daerah masih banyak masyarakatnya belum mengenal internet dan cara memanfaatkannya. Bahkan yang lebih parahnya lagi masih banyaknya masyarakat Indonesia yang masih buta aksara yang tentu saja ha ini menjadi penghambat maksimalnya kegiatan e-Government yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Jadi sesungguhnya ini semua bukan sepenuhnya kelalaian pemerintah tetapi juga kurangnya perhatian dan kesadaran masyarakat betapa pentingnya internet di zaman sekarang yang sudah modern akan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

Tidak seperti pelaksanaan e-Government di Denmark, Denmark merupakan Negara yang memiliki HDI (Human Development Index) yang tinggi dan termasuk peringkat teratas di dunia dengan GDP per kapita yang tinggi sehingga kesejahteraan masyarakatnya pun tinggi. Hal ini kemudian menyebabkan masyarakatnya memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap penggunaan internet. Mereka dalam kehidupan sehari-hari memang menggunakan internet dalam segala kegiatan kehidupan mereka, karena hal ini merupakan bukan hanya kesadaran dari pemerintah yang bisa membaca dan mengelola pelayanan akan kebutuhan yang pentin bagi masyarakat demi kesejahteraan rakyatnya tetapi juga adanya kesadaran dari masyarakatnya akan pentingnya internet bagi kehidupannya.



Referensi:
http://anandautama04.blogspot.com/2013/10/penerapan-telematika-dalam-bidang-e.html
http://cyma.blog.fisip-untirta.ac.id/penerapan-e-government/
Read More» Penerapan Telematika Pada Pemerintahan

Sejarah dan Definisi Telematika


Sejarah

Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.

Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. ‘Telekomunikasi’ mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

  • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)
Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:

  • Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;
  • Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
  • Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.

Definisi

Banyak ahli telematika yang berpendapat telematics merupakan gabungan dari dua kata yaitu Telecommunication dan Informatics yang merupakan perpaduan konsep Computing  and Communication. Telematika sendiri lahir dari perkembangan teknologi digital, karena itu sering disebut the new hybrid technology. Dalam wikipedia disebutkan bahwa telematics juga sering disebut dengan Information and Communications Technology ( ICT ).

Menurut pak Moesjiono telematika merupakan konvergensi dari

Tele     : Telekomunikasi,

ma       : Multimedia,

tika      : informatika,

Telematika sering dipakai dalam berbagai bidang, diantaranya :

Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai teknologi komunikasi dan informatika atau ICT ( Infromation and Communication Technology ). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan, dan penyimpanan ionformasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
Teknologi sitem navigasi / penempatan global atau GPS ( Global Positioning System ) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah ( mobile commmunication technology ).
Bidang kendaraan dan lalulintas ( road vehicle dan vehicle telematics ).



Referensi:
Read More» Sejarah dan Definisi Telematika