
Mungkin itu satu kata yang bisa menggambarkan kondisi kinerja DPR satu tahun akhir ini sejak masa pemilihan legislatif 2009. Bagaimana bisa anggota DPR yang berjumlah-kan 560 anggota dengan wajah-wajah dan latar belakang yang baru pula bukannya semakin membaik malah bertambah buruk.
Dari aspek legislasi misalnya, baru 8 RUU yang disahkan. Sementara target Program Legislasi Nasional (Prolegnas) yakni 70 RUU yang harus segera diselesaikan.
Sementara, sebanyak 21 RUU masih dalam proses pembahasan. Selebihnya terdapat 24 RUU yang belum disiapkan naskah akademik dan draftnya.
Apa semua ini masih jauh dari harapan? Ya, sangat jauh sekali dari apa yang diharapkan oleh rakyat.
Kalau menurut saya mungkin masalah latar belakang yang membuat proses kinerja DPR semakin menurun. Coba lihat saja, banyak anggota DPR yang berlatar belakang artis dan pengusaha yang minim akan pengetahuan dalam proses pembuatan legislasi. Apa mungkin mereka semua sudah tidak laku di dunia artis atau mungkin mereka semua hanya ingin coba- coba duduk di bangku yang sering orang memperebutkannya. (buat rakyat ko coba- coba.. ). Dan akan sangat berdampak pada kinerja DPR itu sendiri. Dampak yang buruk pastinya.

Dan menurut saya, harus lebih ditingkatkan lagi pelatihan kepada calon anggota DPR mengenai pengetahuan dalam proses pembuatan legislasi.
Faktor lainnya adalah mengenai anggaran. Yang totalnya sampai triliunan lebih untuk kunjungan ke daerah-daerah, studi banding ke luar negeri dan lain-lain. Dan belum tentu semua anggaran digunakan untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Bisa saja untuk penambahan fasilitas-fasilitas mewah untuk anggota DPR yang ditujukan untuk dirinya sendiri. Atau alibi mereka untuk studi banding ke luar negeri yang harusnya betul- betul mengurus undang- undang yang akan dibuat tapi setelah mereka berada disana, mereka hanya akan jalan- jalan saja layaknya orang pergi berlibur ke luar negeri. Sungguh mengecewakan..
Kalau bicara soal studi banding ke luar negeri, ini salah satu kegiatan yang mungkin digemari oleh para anggota DPR.
Kenapa begitu? Ya mereka sangat senang bisa liburan gratis ke luar negeri selama berhari-hari menggunakan uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk melakukan tugasnya tapi malah dibuat untuk kesenangan mereka sendiri.

Yang akhirnya, target penyelesaian 70 RUU dalam satu tahun ini terhambat dan mungkin tidak berjalan sama sekali.
Itulah gambaran atau pendapat yang bisa saya tuangkan dalam blog saya ini mengenai kinerja DPR menurut sudut pandang saya sendiri.

1 komentar:
waahhhhh..
pejabat apaan kaya gto kerjanya cuman makan gaji buta duang..
klo w liat depan mata w w maki" tuhh pejabat...
Posting Komentar