Minggu, 18 Maret 2012

BBM Naik, Rakyat Panik



Upaya protes mahasiswa terhadap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak kerap terjadi di berbagai kota. Rasanya suara aspirasi dari mahasiswa yang notabene mewakili sebagian suara dari masyarakat, tidak akan pernah didengar atau -pura-pura tidak mendengar- oleh orang- orang yang mengaku nya sebagai wakil rakyat.

Kenapa saya bilang "mengaku", karena memang mereka hanya sebutannya saja sebagai wakil rakyat kecil. Tapi pada kenyataannya, mereka sama sekali tidak peka dan perduli terhadap rakyat yang seharusnya mendapat perhatian dari mereka semua. Rakyat dibuat resah dan panik terhadap rencana kenaikan harga BBM, yang nanti nya pasti akan berdampak ke segala bidang, mulai dari harga bahan pokok, sampai angkutan umum. Alasan mereka menaikkan harga BBM agar subsidi makin bertambah untuk rakyat, tapi nyatanya masih banyak rakyat yang belum merasakan adanya subsidi dari pemerintah. Bila adapun, itu sama sekali jauh dari yang dibutuhkan oleh rakyat kecil.

Naiknya harga BBM makin menambah beban masyarakat. Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dianggap wajar untuk penyampaian sebuah aspirasi. Kebebasan berpendapat adalah hak setiap manusia. Namun dalam proses penyampaiannya hendaklah mempertimbangkan cara dalam melakukannya. Jangan sampai tindak kekerasan yang lebih mengarah kepada anarki itu dikedepankan. Alangkah lebih baiknya permasalahan yang sedang kita hadapi sekarang ini bisa di sikapi dengan kepala dingin, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

0 komentar:

Posting Komentar