Selasa, 11 Januari 2011
Naturalisasi VS. Lokal
Beberapa minggu kemarin baru saja kita merasakan semaraknya piala AFF yang diselenggarakan oleh Federasi sepak bola ASEAN. Dan sekaligus kita pun merasakan kekalahan timnas Indonesia atas timnas Malaysia 3-0. Hanya tinggal selangkah lagi Indonesia menorehkan sejarah baru dalam kemenagan piala AFF, namun niat itu dihentikan oleh Malaysia yang bermain sangat tidak sportif pada pertandingan final tersebut.
Terlepas dari berita di atas, ada berita lain lagi yang cukup menyita perhatian banyak para pecinta sepak bola di Indonesia. Yaitu, kebijakan dari pemerintah untuk melakukan naturalisasi pada pemain timnas Indonesia. Meski kebijakan ini hanya sebatas bagi mereka yang memiliki asal usul atau orang tua yang berasal dari Indonesia. Sedangkan bagi mereka yang masih murni warga negara asing belum memiliki kesempatan untuk membela tim Nasional Indonesia.
Contohnya, pemain sepak bola keturunan Indonesia yang berminat ingin membela timnas Indonesia adalah Irfan Bachdim dan Kim Jeffery Kurniawan. Bahkan Irfan Bachdim sudah tergabung dalam salah satu klub peserta Indonesia yaitu persema malang. Dan kaos "garuda di dada ku" pun telah dikenakan olehnya.
Kebijakan naturalisasi ini bagi sebagian pihak dianggap kurang memiliki manfaat. Hal ini dapat menunjukkan kegagalan sistem kompetisi sepakbola tanah air yang kurang bisa menciptakan pemain berbakat.
Selain itu, dengan adanya naturalisasi dianggap sebagai jalan pintas untuk mencapai suatu prestasi, namun mengesampingkan proses kemajuan pemain sepakbola tanah air sendiri. Dan hal itu sangat disayang kan sekali..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar