Masyarakat di Indonesia masih banyak yang malas untuk selalu belajar. Marilah kita lihat di setiap sekolahan, perkantoran, pemerintahan ataupun di tempat- tempat umum. Banyak fasilitas dan segala macam aktivitas yang dilakukan serba menggunakan teknologi- teknologi mutakhir, seperti komputer dan gadget- gadget lainnya. Namun belum dimanfaatkan secara baik dan optimal oleh penggunanya.
Faktor lain dari rendahnya minat belajar tampak dari budaya membaca. Banyak tempat- tempat yang menyediakan tempat untuk membaca, tapi banyak juga orang- orang yang belum memanfaatkannya secara maksimal.
Orang- orang sekarang telah di terlenakan oleh budaya- budaya dari luar yang membuat orang- orang malas untuk melakukan budayanya sendiri. Tapi ketika budaya kita ditebut atau diambil oleh negara tetangga barulah kita akan berusaha susah payah untuk merebutnya kembali. Apakah harus semua budaya kita diambil dulu oleh negara tetangga barulah kita akan sadar pentingnya sebuah budaya?
Penyebab utama dari perubahan budaya kita adalah, banyaknya budaya- budaya dari luar yang masuk ke Indonesia dengan cepat mempengaruhi mainstrem orang- orang Indonesia. Yang akhirnya budaya dari negara sendiri pun perlahan- lahan akan hilang.
Harusnya masyarakat Indonesia memulai untuk perubahan dari diri sendiri masing- masing agar tidak ada yang menyalahkan dan di salahkan. Dan, perubahan itu juga dapat di mulai dari hal yang paling kecil. Contohnya dengan membiasakan diri untuk membaca buku minimal 2 menit atau lebih. Kelihatannya itu hal yang mudah untuk dilakukan, tapi setelah kita melakukannya itu merupakan suatu hal yang sangat berat.
Kamis, 17 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar