Film ini bisa dibilang sangat sukses di pasaran, karena sejak kemunculan film ini di tahun (2000) sudah menyita banyak penonton. Dengan bukti, film ini sudah dibuat sekeuel atau kelanjutannya sampai ke- 4. Sedangkan yang ke- 5 bertindak sebagai prekuel. Inti ceritanya sejak awal sampai akhir sama, yaitu sekelompok pemuda yang berusah untuk "menipu kematian" setelah berhasil terhindar dari sebuah kecelekaan maut ketika sebelumnya seorang dari mereka melihat pertanda akan terjadi kematian, dan tidak lama setelah itu rangkaian kematian mulai mengikuti mereka satu per satu.
Yup, yang saya maksudkan adalah film Final Destination. Dan yang akan saya ulas kali ini adalah prekuel dari serialnya, yaitu Final Destination 5.
Film ini bercerita beberapa bulan sebelum terjadinya kecelekaan penerbangan 180 yang berkisah di Final Destination pertama. Ceritanya pun tidak jauh berbeda dari yang pertama, tetapi yang membedakan dalam serial kali ini adalah salah seorang dalam kelompok itu berhasil selamat dalam kecelekaan yang menewaskan semua teman- temannya.
Yang membuat menarik dari film ini menurut pandangan saya adalah dengan kesamaan inti cerita dari serial awal sampai akhir tetapi tidak membosankan untuk ditonton. Karena disetiap film nya selalu di suguhkan dengan ide kematian yang kreatif dan menegangkan dan sejak serial yang ke- 4 dibuat dalam bentuk 3D yang semakin membuat penonton ikut merasakan berada dalam ketegangan dalam film tersebut.
Saya sudah menonton film Final Destination 5 (3D) sekitar 2 minggu yang lalu di Pejaten Village, walaupun datang lebih awal dari jadwal penayangannya, tidak menyurutkan niat saya untuk tetap menyaksikan film yang sudah lama sekali saya tunggu tayang di Indonesia.
Singkat cerita, dari awal mulai film sampai selesai, tidak ada satu pun bagian cerita yang mengecewakan saya. Mulai dari jalan cerita, karakter masing- masing tokoh sampai grafik animasi yang membuat saya takjub karena terlihat sangat nyata. Di tambah dengan bantuan 3D nya yang membuat lebih semakin "real".
Film ini sukses membawa penontonnya terbawa oleh situasi yang ada dalam film. Alhasil, saya pun menjadi "parno" setelah menonton film tersebut. Pada saat perjalanan pulang, saya selalu memperhatikan tulisan- tulisan yang ada disekitar jalan. Yang didalam film, disebut sebagai "sign of death" sebelum tokoh- tokoh didalam film itu mengalami kematian.
Rabu, 05 Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar